Showing posts with label Astra International. Show all posts
Showing posts with label Astra International. Show all posts

Wednesday, February 19, 2014

[Bedah Buku] Man of Honor - Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya

Buku Man of Honor: Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya

Seandainya ada 1 saja buku berbahasa Indonesia yang bisa saya sarankan bagi Anda sekalian untuk Anda baca, inilah bukunya! Man of Honor: Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya. Buku ini berhasil membuat emosi saya tercampur aduk ketika membacanya dari awal membuka sampai akhir. Tidak mudah untuk menjadi sesosok William Soeryadjaya. Mungkin kita hanya tahu bahwa William Soeryadjaya adalah pendiri salah satu perusahaan tersukses di Indonesia yaitu Astra International Tbk. Namun sedikit yang tahu bahwa sisi-sisi lain dari pria yang di sapa sebagai Oom William ini.

Mungkin tidak ada yang tahu bahwa Astra International sebenarnya hanya perusahaan kacangan pada tahun 1960-an yang tidak ada hubungannya dengan otomotif. Perusahaan yang nyaris bangkrut berkali-kali ini bahkan dulunya hanyalah perusahaan ekspor-impor yang sangat kecil. Atau mungkin, Astra tidak pernah muncul apabila Oom William tidak masuk penjara dan menemukan Tuhan dibalik jeruji besi tersebut.

Sunday, January 12, 2014

Bagaimana jika Chairul Tanjung jadi membeli Astra International pada tahun 1999

Buku Chairul Tanjung, Si Anak Singkong

"Bu Rini, saya punya uang nih. Kalau saya belikan saham Astra, saya bisa-bisa menjadi pemilik mayoritas Ibu bagaimana?" tanya saya ke Bu Rini Suwandi.
"Jangan deh Pak Chairul. Saya sendiri terus terang kurang yakin apakah Astra masih bisa selamat melewati krisis ini atau bahkan hancur bersama dengan yang lain," jawab Bu Rini dengan nada pesimistis. 
Percakapan di atas merupakan percakapan antara Pak Chairul Tanjung (CT), pemilik CT Corp, dan Bu Rini Suwandi, mantan Direktur Utama PT Astra International yang berlangsung pada tahun 1999. Menurut buku biografi yang berjudul Chairul Tanjung, Si Anak Singkong, dikatakan bahwa beliau memiliki uang sebesar Rp 240 Milyar hasil dari laba bersih Bank Mega yang dimilikinya. Pada waktu itu harga saham hanya sebesar Rp. 175 rupiah (harga setelah stocksplit Rp 17.5 per lembar saham).