Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.
Sebelumnya, kita telah sama-sama belajar untuk memahami neraca keuangan secara cepat. Oke, saya sudah tahu mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas. Lantas apa yang bisa saya dapatkan dari itu? Kan sebatas angka-angka saja. Paling-paling hindari perusahaan yang kewajibannya besar atau modalnya minus.
Oh, tunggu dulu. Banyak petunjuk-petunjuk yang bisa kita dapatkan dari neraca keuangan. Dalam buku yang berjudul, "Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements" dijelaskan bagaimana caranya Buffett mengolah angka-angka di dalam laporan keuangan, termasuk di dalamnya neraca keuangan. Dengan membaca beberapa lembar dari neraca keuangan, Buffett mampu mengetahui secara detil apakah perusahaan tersebut layak untuk diinvestasikan atau tidak. Sekali lagi, kita mau sama-sama belajar (kembali) dari Warren Buffett.
Showing posts with label Neraca keuangan. Show all posts
Showing posts with label Neraca keuangan. Show all posts
Wednesday, January 15, 2014
Value Investing 101: Memahami neraca keuangan dalam waktu kurang dari 15 menit
Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.
Pada edisi kali ini, kita akan belajar bersama-sama mengenai apa itu neraca keuangan. Pada edisi value investing 101 sebelumnya, kita belajar untuk menilai mahal atau tidaknya investasi kita dengan indikator PER.
Nah, tugas kita sebagai value investor adalah membaca laporan keuangan dari suatu perusahaan.
Dalam 1 tahun, minimal kita wajib membaca 4 kali laporan keuangan (triwulan I, triwulan II, triwulan III, laporan tahunan). Apabila kita memiliki 5 saham, at least, kita harus menyempatkan diri untuk membaca 20 laporan keuangan dalam 1 tahun.
Jangan dibayangkan bahwa membaca laporan keuangan akan senikmat membaca novel The Hunger Games ataupun manga Bleach. Yang ada laporan keuangan hanyalah berisi kata-kata, angka-angka, dan tabel-tabel. Oh ya, sulit juga untuk menemukan warna lain di laporan keuangan selain hitam dan putih.
Namun, itulah harga yang harus dibayar value investor.
Pada edisi kali ini, kita akan belajar bersama-sama mengenai apa itu neraca keuangan. Pada edisi value investing 101 sebelumnya, kita belajar untuk menilai mahal atau tidaknya investasi kita dengan indikator PER.
Nah, tugas kita sebagai value investor adalah membaca laporan keuangan dari suatu perusahaan.
Dalam 1 tahun, minimal kita wajib membaca 4 kali laporan keuangan (triwulan I, triwulan II, triwulan III, laporan tahunan). Apabila kita memiliki 5 saham, at least, kita harus menyempatkan diri untuk membaca 20 laporan keuangan dalam 1 tahun.
Jangan dibayangkan bahwa membaca laporan keuangan akan senikmat membaca novel The Hunger Games ataupun manga Bleach. Yang ada laporan keuangan hanyalah berisi kata-kata, angka-angka, dan tabel-tabel. Oh ya, sulit juga untuk menemukan warna lain di laporan keuangan selain hitam dan putih.
Namun, itulah harga yang harus dibayar value investor.
Subscribe to:
Posts (Atom)