Showing posts with label Laporan keuangan. Show all posts
Showing posts with label Laporan keuangan. Show all posts

Saturday, January 18, 2014

Value Investing 101: Memahami dan menganalisa laporan laba rugi

Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.

Setelah mengerti bagaimana neraca keuangan dan bagaimana menganalisanya, kita akan melihat bagian lain dari laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi. Kali ini kita tidak perlu memanggil Pak Budi lagi, karena laporan laba rugi jauh lebih mudah dipahami dibandingkan dengan neraca keuangan. Intinya, kita akan melihat berapa total pendapatan kita (sales), dipotong berbagai macam biaya, dan hasil akhirnya adalah laba bersih (net income).

Laporan laba rugi PT Semen Indonesia Tbk di ambil dari halaman 3 laporan keuangan Triwulan III - 2013 . Satuan dalam ribu rupiah
Pada artikel kali ini, kita akan langsung mengambil contoh studi kasus laporan laba rugi PT Semen Indonesia Tbk. Sebelum kita bahas satu per satu, ada baiknya untuk men-download laporan keuangannya terlebih dahulu dari situs BEI.

Wednesday, January 15, 2014

Value Investing 101: Menginterpretasikan dan menganalisa neraca keuangan

Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.

Sebelumnya, kita telah sama-sama belajar untuk memahami neraca keuangan secara cepat. Oke, saya sudah tahu mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas. Lantas apa yang bisa saya dapatkan dari itu? Kan sebatas angka-angka saja. Paling-paling hindari perusahaan yang kewajibannya besar atau modalnya minus.

Oh, tunggu dulu. Banyak petunjuk-petunjuk yang bisa kita dapatkan dari neraca keuangan. Dalam buku yang berjudul, "Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements" dijelaskan bagaimana caranya Buffett mengolah angka-angka di dalam laporan keuangan, termasuk di dalamnya neraca keuangan. Dengan membaca beberapa lembar dari neraca keuangan, Buffett mampu mengetahui secara detil apakah perusahaan tersebut layak untuk diinvestasikan atau tidak. Sekali lagi, kita mau sama-sama belajar (kembali) dari Warren Buffett.

Value Investing 101: Memahami neraca keuangan dalam waktu kurang dari 15 menit

Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.

Pada edisi kali ini, kita akan belajar bersama-sama mengenai apa itu neraca keuangan. Pada edisi value investing 101 sebelumnya, kita belajar untuk menilai mahal atau tidaknya investasi kita dengan indikator PER.

Nah, tugas kita sebagai value investor adalah membaca laporan keuangan dari suatu perusahaan. 

Dalam 1 tahun, minimal kita wajib membaca 4 kali laporan keuangan (triwulan I, triwulan II, triwulan III, laporan tahunan). Apabila kita memiliki 5 saham, at least, kita harus menyempatkan diri untuk membaca 20 laporan keuangan dalam 1 tahun.

Jangan dibayangkan bahwa membaca laporan keuangan akan senikmat membaca novel The Hunger Games ataupun manga Bleach. Yang ada laporan keuangan hanyalah berisi kata-kata, angka-angka, dan tabel-tabel. Oh ya, sulit juga untuk menemukan warna lain di laporan keuangan selain hitam dan putih.

Namun, itulah harga yang harus dibayar value investor.

Thursday, January 9, 2014

Value Investing 101: Mengenal indikator Price-Earning Ratio (PER)

Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.

Q: Apa itu Price-Earning Ratio?
A: Price-Earning Ratio (PER) merupakan salah satu indikator penting untuk melihat nilai dari suatu saham perusahaan, meskipun bukan satu-satunya indikator. Sesuai dengan namanya, PER berarti harga saham dibagi laba bersih per saham. 

Contoh: Perusahaan A memiliki 1 juta lembar saham dengan harga saham per lembar sebesar 10000 rupiah. Perusahaan A memiliki laba bersih tahunan sebesar 1 Milyar rupiah. Sehingga laba bersih per saham (dikenal juga dengan istilah Earning per Share atau EPS) adalah sebesar 1000 rupiah per lembar (hasil pembagian 1 Milyar rupiah dengan 1 juta lembar).

PER perusahaan tersebut adalah = 10000 / 1000 = 10 kali.

Q: Apa tujuan PER tersebut?
A: Dengan PER kita dapat mengetahui apakah harga saham suatu perusahan tersebut mahal atau murah. Semakin rendah PER suatu saham, maka semakin murah. PER juga dapat diasumsikan sebagai lama tahun pengembalian investasi. Bila Perusahaan A selalu membagikan seluruh laba bersih berupa dividen ke pemegang saham dan laba bersih tahunannya stabil 1 Milyar selama 10 tahun, maka dalam 10 tahun modal Anda akan kembali.