Thursday, January 30, 2014

Monday, January 27, 2014

Harga saham jatuh - don't worry, be happy

Berikut ini merupakan perubahan harga saham dalam kotak watchlist saya pagi hari tadi.


Seperti yang Anda lihat, semua harga saham yang saya awasi anjlok. Cukup banyak yang turun lebih dari 3%. Hal ini wajar karena disebabkan oleh IHSG yang sampai siang tadi turun sebesar 2.92%. Untuk sebagian orang yang mencoba untuk membeli suatu saham pada harga 1000 dan menjual di 1200 namun ternyata harga turun ke 950, tentu ini merupakan kabar buruk. Artinya, mereka kehilangan uang.

Sunday, January 26, 2014

Sekilas mengenai Event "Seminar Value Investing by Teguh Hidayat" di Surabaya

Hari Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 25 Januari 2014, salah satu investor, penulis, dan analis fundamental yang terkenal yaitu Pak Teguh Hidayat, penulis blog Analisa Saham Independen www.teguhhidayat.com, mengadakan seminar yang bertempat di Zodiac Hotel, Jalan Kedungsari 29, Surabaya. Bertemakan: Value Investing for Beginners, Pak Teguh Hidayat mampu membawakan topik menarik seputar dasar-dasar bagaimana cara berinvestasi value investing dengan baik dan benar.



Teguh Hidayat merupakan salah satu penulis dan pengajar dunia saham yang paling saya kagumi dan berpengaruh dalam pembelajaran saya selama ini mengenai Value Investing. Ketika tahun lalu memulai belajar berinvestasi, teman sekaligus mentor saya yang juga kini bersama-sama dalam tim penyusun blog ini, menganjurkan untuk membaca blog yang ditulis oleh Pak Teguh Hidayat ini. Saya terkesan dengan salah satu artikel Pak Teguh Hidayat dan langsung membaca hampir seluruh artikel (sekarang berjumlah lebih dari 300 artikel) mulai dari artikel yang pertama kali ada pada April 2010.

Friday, January 24, 2014

Internet Fiesta: belajar dari Financial Times (FT.com)

Internet Fiesta merupakan edisi yang membahas mengenai berinvestasi dengan bantuan internet. Kita akan melihat situs-situs yang berguna sebagai sumber informasi yang mendukung kita dalam berinvestasi.

Sejak usia 21 tahun, Warren Buffett sudah mulai melahap ribuan halaman berisikan informasi dan laporan keuangan perusahaan yang dijilid dalam satu buku bernama Moody's Manual. Bagi yang mungkin belum tahu apa itu Moody's Manual, coba Anda bayangkan buku daftar telpon dan alamat Yellow Pages. Saya yakin sebagian besar masih memilikinya di rumah Anda, minimal edisi beberapa tahun yang lalu. Yellow Pages merupakan buku yang berat, tebal, berisikan informasi dengan ukuran huruf yang mini, serta memiliki beberapa kolom dalam satu halaman. Yup, Moody's Manual mungkin bisa digambarkan sebagai "Yellow Pages"-nya data perusahaan. Berikut adalah screenshot Moody's Manual edisi yang cukup lama.


Di dalam salah satu lembar halaman dari manual ini, kita bisa mendapatkan sejarah historis dari perusahaan, penjelasan bisnis, tim manajemen, dan yang terpenting adalah neraca keuangan, dan laporan rugi laba. Konon, Buffett sudah menghabiskan banyak sekali edisi Moody's Manual sepanjang hidupnya.

Saturday, January 18, 2014

Value Investing 101: Memahami dan menganalisa laporan laba rugi

Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.

Setelah mengerti bagaimana neraca keuangan dan bagaimana menganalisanya, kita akan melihat bagian lain dari laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi. Kali ini kita tidak perlu memanggil Pak Budi lagi, karena laporan laba rugi jauh lebih mudah dipahami dibandingkan dengan neraca keuangan. Intinya, kita akan melihat berapa total pendapatan kita (sales), dipotong berbagai macam biaya, dan hasil akhirnya adalah laba bersih (net income).

Laporan laba rugi PT Semen Indonesia Tbk di ambil dari halaman 3 laporan keuangan Triwulan III - 2013 . Satuan dalam ribu rupiah
Pada artikel kali ini, kita akan langsung mengambil contoh studi kasus laporan laba rugi PT Semen Indonesia Tbk. Sebelum kita bahas satu per satu, ada baiknya untuk men-download laporan keuangannya terlebih dahulu dari situs BEI.

Thursday, January 16, 2014

[VIDEO] BBC documentary film: Warren Buffett - The World's Greatest Money Maker

Di dalam Film dokumenter yang berdurasi 1 jam ini, kita dapat melihat dalam sudut pandang berbeda mengenai kehidupan sehari-hari Warren Buffett, bagaimana dia menghasilkan uang, bagaimana cara dia berinvestasi, bagaimana asal mulanya dia bisa menemukan cara berinvestasinya, dan pandangan dia mengenai kekayaan. Film ini juga mengantar kita menuju kantornya dan juga rapat umum pemegang saham Berkshire Hathaway. Tidak lupa juga, ada banyak sekali sisi-sisi unik dan eksentrik dari Warren Buffett yang diungkapkan disini.

Film yang berjudul Warren Buffett - The World's Greatest Money Maker ini sangatlah layak untuk Anda tonton, meskipun Anda bukan investor saham sekalipun.

Selamat menonton!


Wednesday, January 15, 2014

Value Investing 101: Menginterpretasikan dan menganalisa neraca keuangan

Edisi Value Investing 101 merupakan artikel singkat yang menceritakan dasar-dasar berinvestasi dengan prinsip-prinsip value investing. Diharapkan dengan membaca Value Investing 101, Anda mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cara berinventasi yang baik dan benar.

Sebelumnya, kita telah sama-sama belajar untuk memahami neraca keuangan secara cepat. Oke, saya sudah tahu mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas. Lantas apa yang bisa saya dapatkan dari itu? Kan sebatas angka-angka saja. Paling-paling hindari perusahaan yang kewajibannya besar atau modalnya minus.

Oh, tunggu dulu. Banyak petunjuk-petunjuk yang bisa kita dapatkan dari neraca keuangan. Dalam buku yang berjudul, "Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements" dijelaskan bagaimana caranya Buffett mengolah angka-angka di dalam laporan keuangan, termasuk di dalamnya neraca keuangan. Dengan membaca beberapa lembar dari neraca keuangan, Buffett mampu mengetahui secara detil apakah perusahaan tersebut layak untuk diinvestasikan atau tidak. Sekali lagi, kita mau sama-sama belajar (kembali) dari Warren Buffett.